<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399553851336457576</id><updated>2011-08-02T04:57:42.948+07:00</updated><category term='Jaringan Komputer Lanjut'/><category term='Bahasa Inggris Bisnis1'/><title type='text'>Sigit_Ab46</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sigit_Ab46</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09844958193202977758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_2vvGGhH3UK4/StQInVBumDI/AAAAAAAAAAU/m3IEB2eERtg/S220/Copy+of+IMG0188A.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399553851336457576.post-7936104518688726940</id><published>2009-11-11T15:52:00.001+07:00</published><updated>2009-11-11T16:44:41.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaringan Komputer Lanjut'/><title type='text'>Jaringan Komputer</title><content type='html'>FRAME RELAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FRAME RELAY SERVICE&lt;br /&gt;FRS merupakan data-only service. Service ini hanya diperuntukkan bursty data traffic, dan tidak menyediakan fasilitas untuk time-sensitive real-time traffic seperti video atau suara. Dua term penting yang perlu diketahui consumer adalah committed information rate (CIR), yaitu jaminan data rata-rata yang dikontrak, dan committed burst size (CBS, juga dinotasikan dengan Bc), jumlah bit maksimum yang dapat ditransfer selama interval waktu T. Relasi antara besaran-besaran tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, CIR 128 kbps dan CBS 512 kilobits, T adalah 512 dibagi 128 yaitu  4 detik. Ini berarti jaringan dijamin untuk transfer data 512 kilobit pada selang waktu 4 detik . Ketika membeli FRS, diperlukan seleksi hati-hati pada harga CIR dan CBS  yang menghasilkan harga T cukup besar untuk meng-cover kondisi burst terburuk. Bagaimanapun, faktor lain masuk kepada persamaan di atas, memperbolehkan transfer data melebihi CBS. Faktor tersebut ialah excess burst size (EBS, juga dinotasikan dengan Be). Jika terjadi congestion pada jaringan, consumer dijamin mendapatkan performansi sesuai dengan CIR dan CBS yang dipesan. Jika pada jaringan tidak terjadi congestion, consumer dapat melakukan transfer data hingga Bc + Be bytes per detik. Pada contoh di atas, dengan CBS 512 kbps dan EBS 256 kb, diperbolehkan transfer data 768 kb ketika jaringan tidak congested.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARSITEKTUR FRAME RELAY&lt;br /&gt;Inti dari FRS adalah packet yang dikirimkan, disebut juga frame. Masing-masing frame memiliki header fix dan payload yang besarnya variabel.&lt;br /&gt;Penjelasan arsitektur frame dari kiri ke kanan :&lt;br /&gt;·            Flag. Mengindikasikan awal frame. Flag yang mempunyai form yang sama dengan flag ini yang terletak di akhir frame menunjukkan akhir dari frame.&lt;br /&gt;·            DLCI. Data Link Connection Identifier, 10 bit field (dipisah menjadi 6 dan 4 bit) mengidentifikasikan virtual circuit (VC) pada  frame tersebut.&lt;br /&gt;·            C/R. Command/Response flag, digunakan untuk kendali aliran local transport.&lt;br /&gt;·            EA. Dua address extension yang terpisah yang digunakan untuk expansi DLCI di dalam jaringan carrier.&lt;br /&gt;·            Congestion Information Bits, sekumpulan flag diset oleh jaringan, ketika terjadi congestion pada jaringan ketika frame sedang dalam perjalanan.&lt;br /&gt;·            Payload. Sekumpulan data yang besarnya variabel (besar maksimum ditentukan oleh penyedia jaringan).&lt;br /&gt;·            Frame Check Sequence. Bit reduncant untuk mencek validasi frame, ketika sedang dalam perjalanan.&lt;br /&gt;·            Flag. Flag yang menandakan akhir dari frame.&lt;br /&gt;Tidak seperti paket LAN, frame ini tidak mengandung alamta sumber atau tujuan. Ini karena sumber dan tujuan dispesifikasikan untuk koneksi saat waktu instalasi (untuk PVC) atau selama call setup (untuk SVC). Dalam kedua kasus, hasilnya adalah DLCI yang mengidentifikasikan VC yang diasosiasikan dengan koneksi.&lt;br /&gt;Frame Check Sequence dihitung ketika frame dibuat, dan diinjeksikan ke network interface. FCS ini di cek setiap hop di jaringan FRS, dan jika dideteksi kesalahan, Frame dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrol Cengestion&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan kecepatan data customer, digunakan field informasi congestion.  Field informasi congestion dicatat selagi terjadi masalah congestion saat frame dalam perjalanan.&lt;br /&gt;Field informasi congestion mengandung discard eligibility (DE) flad, yang diset pada frame yang akan dikorbankan ketika terjadi overload. Flag DE untuk paket diset ketika kecepatan data di dalam jaringan melebihi harga CIR subscriber. Frame tersebut merupakan bagian dari burst kecepatan tinggi, dan memiliki prioritas rendah dibandingkan frame-frame lainnya. Peralatan end user juga mengeset DE flag jika mengetahui bahwa frame tersebut bukan frame yang esensial (antara lain pesan pada manajemen jaringan).&lt;br /&gt;Jaringan menjaga track dari masalah congestion dengan mengeset satu dari dua explicit congestion bits :forward explicit congestion notification (FECN) dan backward explicit congestion notification (BECN). Bit-bit ini memberitahukan kepada penerima dan pengirim pada ujung-ujung koneksi, masing-masing, untuk mempersempit kecepatan trafik frame. Karena explicit notification hanya berupa pemberitahuan (advisory), ini bisa diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interkoneksi LAN menggunakan Frame Relay Service&lt;br /&gt;FRS memiliki banyak kegunaan untuk teknologi interkoneksi LAN. Pertama keuntungan tradisional dari packet switching pada FRS, koneksi fisik jaringan tunggal memotong pembiayaan hardware dan jalur, bandwidth on-demand mensupport pola traffic yang bursty, dan proses charges hanya terjadi saat proses transfer data.&lt;br /&gt;Kedua, Frame informasi yang besarnya variabel dapat mengakomodasi berbagai jenis embedded paket LAN, seperti tampak pada gambar di bawah. Ini merupakan keuntungan dari FRS yang bisa digunakan sebagai bridges atau router.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan lainnya, ialah FRS tidak sensitif terhadap jarak, sehingga cocok untuk koneksi metropolitan. Sepanjang semua node termasuk ke dalam satu cloud, tidak ada inter-exchange carriers dimasukkan ke dalam biaya jalur dan biayanya murni tergantung  pada bandwidth.&lt;br /&gt;Pertimbangan primer pemesanan FRS adalah payload maksimum dan harga CIR/CBS. Harus diyakinkan bahwa maksimum payload yang disupport dapat mengakomodasi paket terbesar pada jaringan LAN yang ingin dikoneksikan.&lt;br /&gt;CIR harus dipilih dengan harga yang sudah ditoleransi dengan suatu margin tertentu, setelah dilakukan pengukuran kecepatan traffic koneksi. Jadi, jika rata-rata aliran traffic 220 kbps, CIR bisa dipiih 256 kbps yang akan mencegah penolakan karena congestion traffic yang biasanya melebihi harga rata-rata ini.&lt;br /&gt;CBS bisa dipilih untuk harga konservatif, jika dilakukan pengukuran yang menghasilkan burst maksimum 900 kilobits pada dua hingga tiga detik interval, harga CBS bisa dipilih 1000 kilobits yang akan meyakinkan bahwa perubahan traffic tidak menimbulkan congestion pada traffic.&lt;br /&gt;Servis transport lokal - channel yang menghubungkan interface jaringan dengan FRS switch - harus dipilih yang bisa memenuhi perpindahan carrier lokal (local exchange carrier). Link digital harus cukup kapasitasnya untuk menangani maksimum traffic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://onno.vlsm.org/v11/ref-ind-1/physical/frame-relay-1997.rtf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399553851336457576-7936104518688726940?l=sigit-ab46.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/feeds/7936104518688726940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/11/jaringan-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/7936104518688726940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/7936104518688726940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/11/jaringan-komputer.html' title='Jaringan Komputer'/><author><name>Sigit_Ab46</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09844958193202977758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_2vvGGhH3UK4/StQInVBumDI/AAAAAAAAAAU/m3IEB2eERtg/S220/Copy+of+IMG0188A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399553851336457576.post-9037375269908639613</id><published>2009-10-28T15:22:00.000+07:00</published><updated>2009-10-28T15:22:58.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaringan Komputer Lanjut'/><title type='text'>Ancaman Keamanan Jaringan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Ancaman Keamanan Jaringan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu pusat perhatian dalam keamanan jaringan adalah mengendalikan access terhadap resources jaringan. Bukan saja sekedar mengontrol siapa saja yang boleh mengakses resources jaringan yang mana, pengontrolan akses ini juga harus memanage bagaimana si subject (user, program, file, computer dan lainnya) berinteraksi dengan object-2 (bisa berupa sebuah file, database, computer, dll atau lebih tepatnya infrastruktur jaringan kita).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prinsip keamanan jaringan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memahami berbagai macam ancaman keamanan jaringan, anda perlu memahami prinsip keamanan itu sendiri.&lt;br /&gt;1. Kerahasiaan (confidentiality), dimana object tidak di umbar atau dibocorkan kepada subject yang tidak seharusnya berhak terhadap object tersebut, atau lazim disebut tidak authorize.&lt;br /&gt;2. Integritas (Integrity), bahwa object tetap orisinil, tidak diragukan keasliannya, tidak dimodifikasi dalam perjalanan nya dari sumber menuju penerimanya.&lt;br /&gt;3. Ketersediaan (Availability), dimana user yang mempunyai hak akses atau authorized users diberi akses tepat waktu dan tidak terkendala apapun.&lt;br /&gt;Prinsip keamanan ini lazim disebut segitiga CIA (Confidentiality, Integrity, Availability). Dan salah satu goal utama dari pengendalian akses adalah untuk menjaga jangan sampai ada yang tidak authorize mengakses objek-2 seperti jaringan; layanan-2; link komunikasi; komputer atau system infrastruktur jaringan lainnya oleh apa yang kita sebut sebagai ancaman keamanan jaringan.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan anda untuk membangun suatu system kemanan jaringan, salah satu prosesnya adalah menilai resiko keamanan dalam organisasi anda. Akan tetapi terlebih dahulu anda perlu juga memahami berbagai jenis ancaman keamanan jaringan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ancaman keamanan jaringan dan metoda yang umum Dipakai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memaksa masuk dan kamus password&lt;br /&gt;Jenis ancaman keamanan jaringan ini lebih umum disebut sebagai Brute Force and Dictionary, serangan ini adalah upaya masuk ke dalam jaringan dengan menyerang database password atau menyerang login prompt yang sedang active. Serangan masuk paksa ini adalah suatu upaya untuk menemukan password dari account user dengan cara yang sistematis mencoba berbagai kombinasi angka, huruf, atau symbol. Sementara serangan dengan menggunakan metoda kamus password adalah upaya menemukan password dengan mencoba berbagai kemungkinan password yang biasa dipakai user secara umum dengan menggunakan daftar atau kamus password yang sudah di-definisikan sebelumnya.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi serangan keamanan jaringan dari jenis ini anda seharusnya mempunyai suatu policy tentang pemakaian password yang kuat diantaranya untuk tidak memakai password yang dekat dengan kita missal nama, nama anak, tanggal lahir dan sebagainya. Semakin panjang suatu password dan kombinasinya semakin sulit untuk diketemukan. Akan tetapi dengan waktu yang cukup, semua password dapat diketemukan dengan metoda brute force ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denial of Services (DoS)&lt;br /&gt;Deniel of Services (DoS) ini adalah salah satu ancaman keamanan jaringan yang membuat suatu layanan jaringan jadi mampet, serangan yang membuat jaringan anda tidak bisa diakses atau serangan yang membuat system anda tidak bisa memproses atau merespon terhadap traffic yang legitimasi atau permintaan layanan terhadap object dan resource jaringan. Bentuk umum dari serangan Denial of Services ini adalah dengan cara mengirim paket data dalam jumlah yang sangat bersar terhadap suatu server dimana server tersebut tidak bisa memproses semuanya. Bentuk lain dari serangan keamanan jaringan Denial of Services ini adalah memanfaatkan telah diketahuinya celah yang rentan dari suatu operating system, layanan-2, atau applikasi-2. Exploitasi terhadap celah atau titik lemah system ini bisa sering menyebabkan system crash atau pemakaian 100% CPU.&lt;br /&gt;Tidak semua Denial of Services ini adalah merupakan akibat dari serangan keamanan jaringan. Error dalam coding suatu program bisa saja mengakibatkan kondisi yang disebut DoS ini. Disamping itu ada beberapa jenis DoS seperti:&lt;br /&gt;1. Distributed Denial of Services (DDoS), terjadi saat penyerang berhasil meng-kompromi beberapa layanan system dan menggunakannya atau memanfaatkannya sebagai pusat untuk menyebarkan serangan terhadap korban lain.&lt;br /&gt;2. Ancaman keamanan jaringan Distributed refelective deniel of service (DRDoS) memanfaatkan operasi normal dari layanan Internet, seperti protocol-2 update DNS dan router. DRDoS ini menyerang fungsi dengan mengirim update, sesi, dalam jumlah yang sangat besar kepada berbagai macam layanan server atau router dengan menggunakan address spoofing kepada target korban.&lt;br /&gt;3. Serangan keamanan jaringan dengan membanjiri sinyal SYN kepada system yang menggunakan protocol TCP/IP dengan melakukan inisiasi sesi komunikasi. Seperti kita ketahui, sebuah client mengirim paket SYN kepada server, server akan merespon dengan paket SYN/ACK kepada client tadi, kemudian client tadi merespon balik juga dengan paket ACK kepada server. Ini proses terbentuknya sesi komunikasi yang disebut Three-Way handshake (bahasa teknis kita apa yach …masak jabat tangan tiga jalan????he..he..) yang dipakai untuk transfer data sampai sesi tersebut berakhir. Kebanjiran SYN terjadi ketika melimpahnya paket SYN dikirim ke server, tetapi si pengirim tidak pernah membalas dengan paket akhir ACK.&lt;br /&gt;4. Serangan keamanan jaringan dalam bentuk Smurf Attack terjadi ketika sebuah server digunakan untuk membanjiri korban dengan data sampah yang tidak berguna. Server atau jaringan yang dipakai menghasilkan response paket yang banyak seperti ICMP ECHO paket atau UDP paket dari satu paket yang dikirim. Serangan yang umum adalah dengan jalan mengirimkan broadcast kepada segmen jaringan sehingga semua node dalam jaringan akan menerima paket broadcast ini, sehingga setiap node akan merespon balik dengan satu atau lebih paket respon.&lt;br /&gt;5. Serangan keamanan jaringan Ping of Death, adalah serangan ping yang oversize. Dengan menggunakan tool khusus, si penyerang dapat mengirimkan paket ping oversized yang banyak sekali kepada korbannya. Dalam banyak kasus system yang diserang mencoba memproses data tersebut, error terjadi yang menyebabkan system crash, freeze atau reboot. Ping of Death ini tak lebih dari semacam serangan Buffer overflow akan tetapi karena system yang diserang sering jadi down, maka disebut DoS attack.&lt;br /&gt;6. Stream Attack terjadi saat banyak jumlah paket yang besar dikirim menuju ke port pada system korban menggunakan sumber nomor yang random.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoofing&lt;br /&gt;Spoofing adalah seni untuk menjelma menjadi sesuatu yang lain. Spoofing attack terdiri dari IP address dan node source atau tujuan yang asli atau yang valid diganti dengan IP address atau node source atau tujuan yang lain.&lt;br /&gt;Serangan Man-in-the-middle &lt;br /&gt;Serangan keamanan jaringan Man-in-the-middle (serangan pembajakan) terjadi saat user perusak dapat memposisikan diantara dua titik link komunikasi.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan jalan mengkopy atau menyusup traffic antara dua party, hal ini pada dasarnya merupakan serangan penyusup.&lt;br /&gt;•&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Para penyerang memposisikan dirinya dalam garis komunikasi dimana dia bertindak sebagai proxy atau mekanisme store-and-forwad (simpan dan lepaskan).&lt;br /&gt;Para penyerang ini tidak tampak pada kedua sisi link komunikasi ini dan bisa mengubah isi dan arah traffic. Dengan cara ini para penyerang bisa menangkap logon credensial atau data sensitive ataupun mampu mengubah isi pesan dari kedua titik komunikasi ini.&lt;br /&gt;Spamming&lt;br /&gt;Spam yang umum dijabarkan sebagai email yang tak diundang ini, newsgroup, atau pesan diskusi forum. Spam bisa merupakan iklan dari vendor atau bisa berisi kuda Trojan. Spam pada umumnya bukan merupakan serangan keamanan jaringan akan tetapi hampir mirip DoS.&lt;br /&gt;Sniffer&lt;br /&gt;Suatu serangan keamanan jaringan dalam bentuk Sniffer (atau dikenal sebagai snooping attack) merupakan kegiatan user perusak yang ingin mendapatkan informasi tentang jaringan atau traffic lewat jaringan tersebut. suatu Sniffer sering merupakan program penangkap paket yang bisa menduplikasikan isi paket yang lewat media jaringan kedalam file. Serangan Sniffer sering difokuskan pada koneksi awal antara client dan server untuk mendapatkan logon credensial, kunci rahasia, password dan lainnya.&lt;br /&gt;Crackers&lt;br /&gt;Ancaman keamanan jaringan Crackers adalah user perusak yang bermaksud menyerang suatu system atau seseorang. Cracker bisasanya termotivasi oleh ego, power, atau ingin mendapatkan pengakuan. Akibat dari kegiatan hacker bisa berupa pencurian (data, ide, dll), disable system, kompromi keamanan, opini negative public, kehilangan pasar saham, mengurangi keuntungan, dan kehilangan produktifitas.&lt;br /&gt;Dengan memahami ancaman keamanan jaringan ini, anda bisa lebih waspada dan mulai memanage jaringan anda dengan membuat nilai resiko keamanan jaringan dalam organisasi anda atau lazim disebut Risk Security Assessment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Firewall&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet merupakan sebuah jaringan komputer yang sangat terbuka di dunia, konsekuensi yang harus di tanggung adalah tidak ada jaminan keamanan bagi jaringan yang terkait ke Internet. Artinya jika operator jaringan tidak hati-hati dalam menset-up sistemnya, maka kemungkinan besar jaringan yang terkait ke Internet akan dengan mudah dimasuki orang yang tidak di undang dari luar. Adalah tugas dari operator jaringan yang bersangkutan, untuk menekan resiko tersebut seminimal mungkin. Pemilihan strategi dan kecakapan administrator jaringan ini, akan sangat membedakan apakah suatu jaringan mudah ditembus atau tidak.&lt;br /&gt;Firewall merupakan alat untuk mengimplementasikan kebijakan security (security policy). Sedangkan kebijakan security, dibuat berdasarkan perimbangan antara fasilitas yang disediakan dengan implikasi security-nya. Semakin ketat kebijakan security, semakin kompleks konfigurasi layanan informasi atau semakin sedikit fasilitas yang tersedia di jaringan. Sebaliknya, dengan semakin banyak fasilitas yang tersedia atau sedemikian sederhananya konfigurasi yang diterapkan, maka semakin mudah orang orang ‘usil‘ dari luar masuk kedalam sistem (akibat langsung dari lemahnya kebijakan security). Dalam dunia nyata, firewall adalah dinding yang bisa memisahkan ruangan, sehingga kebakaran pada suatu ruangan tidak menjalar ke ruangan lainnya. Tapi sebenarnya firewall di Internet lebih seperti pertahanan disekeliling benteng, yakni mempertahankan terhadap serangan dari luar. Gunanya:&lt;br /&gt;membatasi gerak orang yang masuk ke dalam jaringan internal&lt;br /&gt;membatasi gerak orang yang keluar dari jaringan internal&lt;br /&gt;mencegah penyerang mendekati pertahanan yang berlapis&lt;br /&gt;Jadi yang keluar masuk firewall harus acceptable. Firewall merupakan kombinasi dari router, server, dan software pelengkap yang tepat.&lt;br /&gt;Firewall merupakan suatu cara/sistem/mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware , software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah workstation, server, router, atau local area network (LAN) anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firewall didefinisikan sebagai sebuah komponen atau kumpulan komponen yang membatasi akses antara sebuah jaringan yang diproteksi dan internet, atau antara kumpulan-kumpulan jaringan lainnya (Building Internet Firewalls, oleh Chapman dan Zwicky).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;A firewall is a system or group of systems that enforces an access control policy between two networks (http://www.clark.net/pub/mjr/pubs/fwfaq/).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;The main purpose of a firewall system is to control access to or from a protected network. It implements a network access policy by forcing connections to pass through the firewall, where they can be examined and evaluated (http://csrc.ncsl.nist.gov/nistpubs/800-10/node31.html).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas – Tugas Firewall&lt;br /&gt;Firewall secara umum di peruntukkan untuk melayani :&lt;br /&gt;Mesin/Komputer&lt;br /&gt;Setiap mesin komputer yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan menginginkan semua yang terdapat pada komputernya terlindungi.&lt;br /&gt;Jaringan&lt;br /&gt;Jaringan komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis topologi jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan, organisasi dsb.&lt;br /&gt;Firewall mempunyai beberapa tugas :&lt;br /&gt;Pertama dan yang terpenting adalah: harus dapat mengimplementasikan kebijakan security di jaringan (site security policy). Jika aksi tertentu tidak diperbolehkan oleh kebijakan ini, maka firewall harus meyakinkan bahwa semua usaha yang mewakili operasi tersebut harus gagal atau digagalkan. Dengan demikian, semua akses illegal antar jaringan (tidak diotorisasikan) akan ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan filtering: mewajibkan semua trafik yang ada untuk dilewatkan melalui firewall bagi semua proses pemberian dan pemanfaatan layanan informasi. Dalam konteks ini, aliran paket data dari/menuju firewall, diseleksi berdasarkan IP-address, nomor port, atau arahnya, dan disesuaikan dengan kebijakan security.&lt;br /&gt;Firewall juga harus dapat merekam/mencatat even-even mencurigakan serta memberitahu administrator terhadap segala usaha-usaha menembus kebijakan security.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang tidak dapat dilakukan oleh firewall :&lt;br /&gt;Firewall tidak bisa melindungi dari serangan orang dalam&lt;br /&gt;Firewall tidak bisa melindungi serangan yang tidak melalui firewall tersebut (tidak melalui chocke point). Misalnya ada yang memasang dial-up service, sehingga jaringan bisa diakses lewat modem.&lt;br /&gt;Firewall tidak bisa melindungi jaringan internal terhadap serangan-serangan model baru.&lt;br /&gt;Firewall tidak bisa melindungi jaringan terhadap virus.&lt;br /&gt;Sumber : Artikel Internet (Modul Personal Firewall)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Firewall&lt;br /&gt;1. Seluruh hubungan/kegiatan dari dalam ke luar , harus melewati firewall. Hal inidapat dilakukan dengan cara memblok/membatasi baik secara fisik semua akses terhadap jaringan lokal, kecuali melewati firewall. Banyak sekali bentuk jaringan yang memungkinkan.&lt;br /&gt;2. Hanya Kegiatan yang terdaftar/dikenal yang dapat melewati/melakukan hubungan, hal ini dapat dilakukan dengan mengatur policy pada konfigurasi keamanan lokal. Banyak sekali jenis firewall yang dapat dipilih sekaligus berbagai jenis policy yang ditawarkan.&lt;br /&gt;3. Firewall itu sendiri haruslah kebal atau relatif kuat terhadap serangan/kelemahan. Hal ini berarti penggunaan sistem yang dapat dipercaya dan dengan operating system yang relatif aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Yang Digunakan Firewall&lt;br /&gt;1. Service Control (kendali terhadap layanan)&lt;br /&gt;Berdasarkan tipe-tipe layanan yang digunakan di Internet dan boleh diakses baik untuk kedalam ataupun keluar firewall. Biasanya firewall akan mencek no IP Address dan juga nomor port yang di gunakan baik pada protokol TCP dan UDP, bahkan bisa dilengkapi software untuk proxy yang akan menerima dan menterjemahkan setiap permintaan akan suatu layanan sebelum mengijinkannya. Bahkan bisa jadi software pada server itu sendiri, seperti layanan untuk web maupun untuk mail.&lt;br /&gt;2. Direction Conrol (kendali terhadap arah)&lt;br /&gt;Berdasarkan arah dari berbagai permintaan (request) terhadap layanan yang akan dikenali dan diijinkan lewat firewall.&lt;br /&gt;3. User control (kendali terhadap pengguna)&lt;br /&gt;Berdasarkan pengguna/user untuk dapat menjalankan suatu layanan, artinya ada user yang dapat dan ada yang tidak dapat menjalankan suatu servis,hal ini di karenakan user tersebut tidak di ijinkan untuk melewati firewall. Biasanya digunakan untuk membatasi user dari jaringan lokal untuk mengakses keluar, tetapi bisa juga diterapkan untuk membatasi terhadap pengguna dari luar.&lt;br /&gt;4. Behavior Control (kendali terhadap perlakuan)&lt;br /&gt;Berdasarkan seberapa banyak layanan itu telah digunakan. Misal, firewall dapat memfilter email untuk menanggulangi/mencegah spam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Tipe – Tipe Firewall&lt;br /&gt;1. Packet Filtering Router&lt;br /&gt;Packet Filtering diaplikasikan dengan cara mengatur semua packet IP baik yang menuju, melewati atau akan dituju oleh packet tersebut. Pada tipe ini packet tersebut akan diatur apakah akan di terima dan diteruskan atau di tolak. Penyaringan packet ini di konfigurasikan untuk menyaring paket yang akan di transfer secara dua arah (baik dari dan ke jaringan lokal). Aturan penyaringan didasarkan pada header IP dan transport header, termasuk juga alamat awal (IP) dan alamat tujuan (IP), protocol transport yang di gunakan (UDP, TCP), serta nomor port yang digunakan. Kelebihan dari tipe ini adalah mudah untuk di implementasikan, transparan untuk pemakai, relatif lebih cepat. &lt;br /&gt;Adapun kelemahannya adalah cukup rumitnya untuk menyetting paket yang akan difilter secara tepat, serta lemah dalam hal authentikasi. Adapun serangan yang dapat terjadi pada firewall dengan tipe ini adalah:&lt;br /&gt;IP address spoofing : Intruder (penyusup) dari luar dapat melakukan ini dengan cara menyertakan/menggunakan ip address jaringan lokal yang telah diijinkan untuk melalui firewall.&lt;br /&gt;Source routing attacks : Tipe ini tidak menganalisa informasi routing sumber IP, sehingga memungkinkan untuk membypass firewall.&lt;br /&gt;Tiny Fragment attacks : Intruder membagi IP kedalam bagian-bagian (fragment) yang lebih kecil dan memaksa terbaginya informasi mengenai TCP header. Serangan jenis ini di design untuk menipu aturan penyaringan yang bergantung kepada informasi dari TCP header. Penyerang berharap hanya bagian (fragment) pertama saja yang akan di periksa dan sisanya akan bisa lewat dengan bebas. Hal ini dapat di tanggulangi dengan cara menolak semua packet dengan protocol TCP dan memiliki offset = 1 pada IP fragment (bagian IP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Application-Level Gateway&lt;br /&gt;Application-level Gateway yang biasa juga di kenal sebagai proxy server yang berfungsi untuk memperkuat/menyalurkan arus aplikasi. Tipe ini akan mengatur semua hubungan yang menggunakan layer aplikasi ,baik itu FTP, HTTP, GOPHER dll.&lt;br /&gt;Cara kerjanya adalah apabila ada pengguna yang menggunakan salah satu aplikasi semisal FTP untuk mengakses secara remote, maka gateway akan meminta use memasukkan alamat remote host yang akan di akses.Saat pengguna mengirimkan user ID serta informasi lainnya yang sesuai maka gateway akan melakukan hubungan terhadap aplikasi tersebut yang terdapat pada remote host, dan menyalurkan data diantara kedua titik. Apabila data tersebut tidak sesuai maka firewall tidak akan meneruskan data tersebut atau menolaknya. Lebih jauh lagi, pada tipe ini firewall dapat di konfigurasikan untuk hanya mendukung beberapa aplikasi saja dan menolak aplikasi lainnya untuk melewati firewall.&lt;br /&gt;Kelebihannya adalah relatif lebih aman daripada tipe packet filtering router lebih mudah untuk memeriksa dan mendata semua aliran data yang masuk pada level aplikasi. Kekurangannya adalah pemrosesan tambahan yang berlebih pada setiap hubungan. Yang akan mengakibatkan terdapat dua buah sambungan koneksi antara pemakai dan gateway, dimana gateway akan memeriksa dan meneruskan semua arus dari dua arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Circuit-level Gateway&lt;br /&gt;Tipe ketiga ini dapat merupakan sistem yang berdiri sendiri , atau juga dapat merupakan fungsi khusus yang terbentuk dari tipe application-level gateway.tipe ini tidak mengijinkan koneksi TCP end to end (langsung)&lt;br /&gt;Cara kerjanya : Gateway akan mengatur kedua hubungan TCP tersebut, 1 antara dirinya dengan TCP pada pengguna lokal (inner host) serta 1 lagi antara dirinya dengan TCP pengguna luar (outside host). Saat dua buah hubungan terlaksana, gateway akan menyalurkan TCP segment dari satu hubungan ke lainnya tanpa&lt;br /&gt;memeriksa isinya. Fungsi pengamanannya terletak pada penentuan hubungan mana yang di ijinkan. Penggunaan tipe ini biasanya dikarenakan administrator percaya dengan pengguna internal (internal users).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merencanakan Jaringan Dengan Fireawll&lt;br /&gt;Merencanakan sistem firewall pada jaringan, berkaitan erat dengan jenis fasilitas apa yang akan disediakan bagi para pemakai, sejauh mana level resiko-security yang bisa diterima, serta berapa banyak waktu, biaya dan keahlian yang tersedia (faktor teknis dan ekonomis). Firewall umumnya terdiri dari bagian filter (disebut juga screen atau choke) dan bagian gateway (gate). Filter berfungsi untuk membatasi akses, mempersempit kanal, atau untuk memblok kelas trafik tertentu. Terjadinya pembatasan akses, berarti akan mengurangi fungsi jaringan. Untuk tetap menjaga fungsi komunikasi jaringan dalam lingkungan yang ber-firewall, umumnya ditempuh dua cara :&lt;br /&gt;Pertama, bila kita bayangkan jaringan kita berada dalam perlindungan sebuah benteng, komunikasi dapat terjadi melalui pintu-pintu keluar benteng tersebut. Car ini dikenal sebagai packet-filtering, dimana filter hanya digunakan untuk menolak trafik pada kanal yang tidak digunakan atau kanal dengan resiko-security cukup besar, sedangkan trafik pada kanal yang lain masih tetap diperbolehkan. Berbagai kebijakan dapat diterapkan dalam melakukan operasi packet filtering. Pada intinya, berupa mekanisme pengontrollan data yang diperbolehkan mengalir dari dan/atau ke jaringan internal, dengan menggunakan beberapa parameter yang tercantum dalam header paket data: arah (inbound atau outbound), address asal dan tujuan, port asal dan tujuan, serta jenis protocol transport. Router akan mengevaluasi informasi ini dalam setiap paket data yang mengalir melaluinya, kemudian menetapkan aksi yang harus dilakukan terhadap paket tersebut, berdasarkan set aturan/program dalam packet-filtering. Sehingga keputusan routing dasar router tersebut, kemudian dilengkapi dengan bagian dari kebijakan security jaringan Tabel berikut akan menunjukan contoh konfigurasi operasi packet-filtering, untuk menyediakan hanya fasilitas SMTP inbound dan outbound pada jaringan.&lt;br /&gt;Sumber : http://www.klik-kanan.com/fokus/firewall4.shtml&lt;br /&gt;Aturan A dan B melayani hubungan SMTP inbound (email datang), aturan C dan D melayani hubungan SMTP outbound (email keluar) serta aturan E merupakan aturan default yang dilakukan bila aturan aturan sebelumnya gagal. Kalau diamati lebih dekat, selain trafik SMTP konfigurasi tersebut juga masih membolehkan hubungan masuk dan keluar pada port &amp;gt;1023 (aturan B dan D), sehingga terdapat kemungkinan bagi program-program server seperti X11 (port 6000), OpenWindows (port 2000), atau kebanyakan program basis-data (Sybase, Oracle, Informix, dll), untuk dihubungi dari luar. Untuk menutup kemungkinan ini, diperlukan evaluasi parameter lain, seperti evaluasi port asal. Dengan cara ini, satu-satunya celah menembus firewall adalah dengan menggunakan port SMTP. Bila kita masih juga kurang yakin dengan kejujuran para pengguna port ini, dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut dari informasi ACK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua, menggunakan sistem proxy, dimana setiap komunikasi yang terjadi antar kedua jaringan harus dilakukan melalui suatu operator, dalam hal ini proxy server. Beberapa protokol, seperti telnet dan SMTP (Simple Mail Transport Protocol), akan lebih efektif ditangani dengan evaluasi paket (packet filtering), sedangkan yang lain seperti FTP (File Transfert Protocol), Archie, Gopher dan HTTP (Hyper-Text Transport Protocol) akan lebih efektif ditangani dengan system proxy. Kebanyakan firewall menggunakan kombinasi kedua teknik ini (packet filtering dan proxy).&lt;br /&gt;Dalam jaringan yang menerapkan sistem proxy, hubungan komunikasi ke internet dilakukan melalui sistem pendelegasian. Komputer-komputer yang dapat dikenali oleh internet bertindak sebagai 'wakil' bagi mesin lain yang ingin berhubungan ke luar. Proxy server untuk (kumpulan) protokol tertentu dijalankan pada dual-homed host atau bastion-host, dimana seluruh pemakai jaringan dapat berkomunikasi dengannya, kemudian proxy server ini bertindak sebagai delegasi. Dengan kata lain setiap program client akan berhubungan dengan proxy server dan proxy server ini lah yang akan berhubungan dengan server sebenarnya di internet. Proxy server akan mengevaluasi setiap permintaan hubungan dari client dan memutuskan mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Bila permintaan hubungan ini disetujui, maka proxy server me-relay permintaan tersebut pada server sebenarnya.&lt;br /&gt;Sumber : http://www.klik-kanan.com/fokus/firewall4.shtml&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa istilah menunjuk pada tipe proxy server, diantaranya proxy level aplikasi, proxy level circuit, proxy generik atau khusus, proxy cerdas, dll. Apapun jenis proxy yang digunakan, ada beberapa konsekuensi implementasi sistem ini:&lt;br /&gt;Pada umumnya memerlukan modifikasi client dan/atau prosedur akses serta menuntut penyediaan program server berbeda untuk setiap aplikasi.&lt;br /&gt;Penggunaan sistem proxy memungkinkan penggunaan private IP Address bagi jaringan internal. Konsekuensinya kita bisa memilih untuk menggunakan IP Address kelas A (10.x.x.x) untuk private IP address yang digunakan dalam jaringan internet; sehingga komputer yang dapat tersambung dalam jaringan internal dapat mencapai jumlah jutaan komputer.&lt;br /&gt;Paket SOCKS atau TIS FWTK merupakan contoh paket perangkat lunak proxy yang sering digunakan dan tersedia bebas di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Suatu keamanan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam dunia internet baikkeamanan komputer maupun keamanan jaringan yang banyak dipenuhi dengan berbagai ancaman baik dari dalam maupun dari luar, dan firewall merupakan solusi untuk dapat mengatasi keamanan tersebut. Dengan suatu konfigurasi yang tepat pada firewall maka kemungkinan untuk mengamankan suatu data atau komputer pada jaringan menjadi jauh lebih aman.&lt;br /&gt;Konfigrasi suatu firewall yang pertama adalah penentuan policy atau kebijakan firewall tersebut tentang apa saja yang akan dikenai kebijakan tersebut, siapa saja yang akan dikenai kebijakan tersebut dan layanan-layanan yang dibutuhkan tiap individu tersebut.&lt;br /&gt;Kemudian menentukan port-port yang digunakan oleh berbagai protokol dan membuka port-port tersebut kedalam firewall, dan juga membuka port yang digunakan untuk file sharing dan request ping. Selanjutnya adalah menentukan suatu konfigurasi yang tepat dan sesuai dengan keadaan jaringannya. Screened subnet merupakan konfigurasi yang paling tinggi tingkat keamanannya, karena pada konfigurasi ini digunakan 2 buah paket filtering router, sehingga jaringan local menjadi tidak terlihat (invisible) dan tidak dapat mengkonstruksi routing langsung ke internet atau dengan kata lain internet menjadi invisible karena router luar yang akan melayani hubungan antara internet dan bastion host, namum bukan berarti jaringan local tidak dapat melakukan koneksi ke internet. Dengan konfigurasi tersebut memungkinkan firewall kita dapat menigkatkan keamanan yang jauh lebih baik dari ancaman-ancaman internet. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa jaringan kita tetap dapat diserang oleh hacker yang serangannya sangat terarah. Namun lebih baik sedikit terlindungi daripada tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399553851336457576-9037375269908639613?l=sigit-ab46.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/feeds/9037375269908639613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/ancaman-keamanan-jaringan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/9037375269908639613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/9037375269908639613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/ancaman-keamanan-jaringan.html' title='Ancaman Keamanan Jaringan'/><author><name>Sigit_Ab46</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09844958193202977758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_2vvGGhH3UK4/StQInVBumDI/AAAAAAAAAAU/m3IEB2eERtg/S220/Copy+of+IMG0188A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399553851336457576.post-7406731608508032773</id><published>2009-10-14T13:41:00.003+07:00</published><updated>2009-11-11T15:27:34.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaringan Komputer Lanjut'/><title type='text'>tugas jarkom</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;Mengapa kabel video sering bermasalah jika panjangnya lebih dari 3 meter?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Seperti pepatah abadi yang berbunyi: Keindahannya tidak dapat dilukiskan dengan kata – kata atau tidak ada kata – kata yang dapat melukiskan betapa indahnya pemandangan ini. Terinspirasi oleh pepatah tersebut ilmuwan, peneliti, perusahaan besar berlomba – lomba untuk menciptakan produk visual yang dapat mengabadikan dan merepro seindah aslinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Untuk mengimbangi teknologi tersebut kabel video adalah merupakan komponen penting yang mempengaruhi hasil akhir reproduksi tayangan gambar.&lt;br /&gt;Saat ini di pasaran terdapat beberapa format kabel video seperti: coaxial-komposit, RCA-komposit, s-video, 3RCA - komponen RGB, 5 RCA komponen, DV-i digital, S-cart.&lt;br /&gt;Kabel video berbeda dengan kabel audio analog dimana kabel audio berfungsi mentransfer sinyal berfrekuensi rendah 20 – 20 kHz. Sedangkan kabel video berfungsi untuk mentransfer sinyal frekuensi tinggi 8MHz – 10 MHz untuk format NTSC dan 35 MHz untuk format HDTV.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Penurunan kualitas sinyal akibat efek “Transmission Line”.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Transmission Line adalah efek yang timbul karena panjang kabel melebihi 1/10 panjang gelombang sinyal. Dalam mentransfer sinyal video yang merupakan arus sinusoida maka rumus yang di pakai adalah: &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;wavelength (in meters) = v / f&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;V = kecepatan sinyal (300,000,000 meter/detik)&lt;br /&gt;f = frekuensi sinyal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Perbandingan: Frekunsi sinyal audio adalah 20 hz - 20,000 hz maka panjang gelombang audio adalah 15,000,000 meter sampai dengan 15,000 meter.&lt;br /&gt;Sedang frekuensi sinyal video adalah 10 MHz maka panjang gelombang sinyal video adalah 30 meter.&lt;br /&gt;Kita tentu ingin sinyal yang ditransfer melalui kabel sampai ke TV atau proyektor kita sesempurna mungkin. Dari rumus diatas kita lihat bahwa untuk sinyal video 10MHz maka panjang gelombang sinyal adalah 30 meter sedang efek “Transmission Line” terjadi pada kabel yang melebihi 1/10 panjang gelombang atau kabel yang panjang lebih dari 3 meter. Jika kita menghubungkan TV kita dengan kabel audio biasa atau kabel bukan khusus untuk kabel video maka terjadi sebagian sinyal akan terrefleksi (terpantul) dapat dijelaskan dengan rumus dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://vokuz.com/gambar/reflection.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Vi = Voltase Insidental sumber sinyal&lt;br /&gt;Zo = Karakteristik impedansi sumber sinyal&lt;br /&gt;Vr = Voltase Insidental tujuan sinyal&lt;br /&gt;Zr = Karakteristik impedansi tujuan sinyal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Dari rumus diatas disimpulkanlah bahwa karakteristik impedansi yang cocok untuk mentransmit sinyal video adalah 75 ohm sedang kabel audio umumnya memiliki karakteristik impendansi 35-50 ohm.&lt;br /&gt;Rumus impedansi karaketerisktik sebagai berikut: (Reference Data for Radio Engineers – Howard W. Sams)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://vokuz.com/gambar/penampang.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://vokuz.com/gambar/impedansi.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;D = diameter isolasi(dielektrik),&lt;br /&gt;d = diameter konduktor,&lt;br /&gt;E = dielektrik konstant (E=1 untuk udara)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Untuk mendapatkan kabel video komposit/komponen yang benar – benar 75 ohm diperlukan memperhatikan faktor sebagai berikut: konstruksi kabel, bahan konduktor, bahan dielektrik, konektor RCA 75 ohm, penyolderan yang tepat dari kabel ke konektor RCA 75 ohm dan perlindungan kabel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Fakta dilapangan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fakta yang dilapangan sering kali kita kurang memperhatikan faktor – faktor penentu dalam membeli kabel komponen.&lt;br /&gt;Faktor penentu kualitas kabel video adalah: spesifikasi kabel 75 ohm, konstruksi kabel, material konduktor, material dielektrik (isolasi), RCA konektor 75 ohm, cara merakit kabel tersebut, penyolderan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lainnya adalah gangguan gelombang radio, elektromagnet. Jika diperlukan kabel videoyang panjang/ ada perlu membuat sendiri berikut adalah tips pemasangan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Rencanakan jalur kabel sependek mungkin &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Hindari pemakaian paku untuk memantek kabel di dinding. Paku dapat memberikan gangguan elektromagnet pada kabel. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Jauhkan kabel dari perangkat yang mungkin memancarkan gelombang radio atau electromagnet seperti: kipas angin, motor listrik dll. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Gunakan pelindung kabel seperti pipa, selang atau pvc untuk kabel &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Sebaiknya gunakan konektor RCA – 75 ohm solderless. Seperti buatan Analysis-Plus. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Uji Coba&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Untuk menguji teori diatas saya akan melakukan beberapa uji coba sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Uji coba dilakukan dengan memakai DVD player high end yang mengadopsi teknologi terkini, TV 34” dengan teknologi terkini. Dalam uji coba ini saya memakai film DVD – Toy Story I Original – Chapter 1 – Menit ke 2:44 (pause). Momen tersebut menggambarkan Sherif Woody tergeletak di atas sofa tamu berwarna hijau dengan latar belakang perapian dan ruang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Test 1 dengan kabel komposit RCA murahan 1,5 meter ( Rp 10.000).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Kabel RCA ini memiliki diameter kabel yang sangat tipis dan kelihatan rentan. Kabel seperti ini biasanya memakai Tough Pitch Copper sebagai bahan konduktornya. Konektor RCA menyatu dengan kabel.Gambar yang direproduksi oleh kabel ini memberikan hasil sebagai berikut: Tekstur fabric sofa yang berwarna hijau tidak terlihat dengan warna hijau pucat. Topi kulit sherrif Woody juga pucat. Gambar terasa hambar, pucat, kurang dimensi.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Test 2 dengan kabel komposit RCA Straight Wire Harmony untuk audio - 3 meter. (Rp 200.000 sepasang).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Kabel ini memiliki jacket berwarna hijau degan bahan Foam PE. Bahan Konduktor adalah Oxygene Free Copper dengan konstuksi Dual Shield Coax. Konektor RCA – Gold Flange – Split Pin. Kabel ini berimpedansi sekitar 40 ohm. Hasil reproduksi gambar dibanding dengan test 1 adalah: mulai terlihat baying-bayang tekstur fabric sofa dan warna hijau sedikit lebih baik. Memberikan hasil sedikit lebih baik dari test 1.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Test 3 dengan kabel komposit RCA Analysis Plus – Copper Oval in untuk audio 1 meter. (USD 249 sepasang).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Kabel ini memakai bahan Oxygene Free Copper dengan penampang kabel oval. Jacket dieletrik berwarna hitam dan agak kaku. Konektor locking RCA model WBT. Gambar terlihat lebih berdimensi mungkin akibat kemampuan kabel ini menampilkan resolusi yang lebih tajam untuk benda di depan dan resolusi dan kegelapan gambar background yang lebih pekat dan vivid. Ternyata material kabel juga mempengaruhi hasil reproduksi gambar.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Test 4 dengan kabel coaxial 75 ohm Harmonic Technology – Cyber Link Silver RCA 2 meter. (USD 249 per buah )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Cyber Link Silver sebenarnya adalah kabel digital coaxial. Tetapi karena kabel ini memiliki spesifikasi true 75 ohm maka saya ini membandingkan dengan test 4. Cyber Link Silver memakai material single kristal silver sebagai bahan konduktornya. Jacket berwarna putih dengan locking RCA Furutech dan konstruksi balance geometri.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Dengan test ini saya ingin membuktikan apakah kabel 75 ohm berbeda dengan kabel audio 50 ohm. (test 3).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Hasil test memberikan hasil pada tekstur sofa warna hijau yang terlihat lebih jelas begitu pula kain penutup sofa berwarna kuning orange terlihat jadi lebih natural. Warna kulit topi Sherrif Woody terlihat lebih alami tidak glossy seperti pada test 3. Batu bata pada perapian terlihat menjadi merah tua bukan coklat tua seperti pada test 1 dan 2. Dan black level di dalam perapian hitam pekat tidak terang seperti test 3.Bayangan pada sofa akibat sinar yang jatuh ke kaki sherrif Woody juga lebih hidup. Secara keseluruhan detail, dimensi, color tone dan cahaya tampil paling bai k dibanding test 1,2 dan 3.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Test 5 dengan kabel komponen RCA tanpa merek 2 meter. (Rp 100.000,- satu set)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Kabel ini memiliki spesifikasi mirip dengan kabel pada test 1. Hanya kabel ini memiliki 3 coaxial cable. Hasil test memberikan gambar dengan ukuran pixel yang lebih rapat dan gambar yang lebih halus dibanding test 1s/d4. Tetapi color tone, dimensi, dan cahaya masih lebih baik pada test 4.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Test 6 dengan kabel komponen RCA – Harmonic Technology – Silver Component – 2 meter ( USD 150 per set)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Kabel ini memakai konduktor single kristal dengan jacket berwarna abu-abu. Konektor RCA warna merah, biru dan hijau kurang bagus penampilan nya. Impedansi 75 ohm. Hasil test memberikan tampilan gambar yang halus, dimensi depan-belakang yang baik, color tone yang natural dan cahaya yang sejuk dimata.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Untuk mendapatkan hasil home theater yang professional sebaiknya manfaatkanlah teknologi yang tersedia pada DVD dan TV/Proyektor anda. Dengan teknologi kualitas gambar bisa ditingkatkan tanpa biaya yang besar. Contoh perbandingan antara komposit dan komponen. Dan membeli kabel yang baik pun belum tentu memberikan hasil yang baik jika kabel tersebut tidak di rakit dan di instal dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399553851336457576-7406731608508032773?l=sigit-ab46.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/feeds/7406731608508032773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/tugas-jarkom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/7406731608508032773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/7406731608508032773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/tugas-jarkom.html' title='tugas jarkom'/><author><name>Sigit_Ab46</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09844958193202977758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_2vvGGhH3UK4/StQInVBumDI/AAAAAAAAAAU/m3IEB2eERtg/S220/Copy+of+IMG0188A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399553851336457576.post-9098918755027566829</id><published>2009-10-13T12:31:00.004+07:00</published><updated>2009-10-28T15:29:12.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaringan Komputer Lanjut'/><title type='text'>jaringan komputer</title><content type='html'>&lt;h1 class="firstHeading" id="firstHeading"&gt;Multimedia&lt;/h1&gt;&lt;b&gt;Multimedia&lt;/b&gt; adalah penggunaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer" title="Komputer"&gt;komputer&lt;/a&gt; untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu ([tool]) dan koneksi ([link]) sehingga pengguna dapat ber-([navigasi]), berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hiburan" title="Hiburan"&gt;hiburan&lt;/a&gt;. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Game" title="Game"&gt;Game&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan" title="Pendidikan"&gt;pendidikan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis" title="Bisnis"&gt;bisnis&lt;/a&gt;. Di dunia &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan" title="Pendidikan"&gt;pendidikan&lt;/a&gt;, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri. Di dunia &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis" title="Bisnis"&gt;bisnis&lt;/a&gt;, multimedia digunakan sebagai media profil &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan" title="Perusahaan"&gt;perusahaan&lt;/a&gt;, profil produk, bahkan sebagai media &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kios_informasi" title="Kios informasi"&gt;kios informasi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pelatihan" title="Pelatihan"&gt;pelatihan&lt;/a&gt; dalam sistem &lt;i&gt;e-learning&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Pada awalnya multimedia hanya mencakup media yang menjadi konsumsi indra penglihatan (gambar diam, teks, gambar gerak video, dan gambar gerak rekaan/animasi), dan konsumsi indra pendengaran (suara). Dalam perkembangannya multimedia mencakup juga kinetik (gerak) dan bau yang merupakan konsupsi indra penciuman. Multimedia mulai memasukkan unsur kinetik sejak diaplikasikan pada pertunjukan film 3 dimensi yang digabungkan dengan gerakan pada kursi tempat duduk penonton. Kinetik dan film 3 dimensi membangkitkan sens rialistis.&lt;br /&gt;Bau mulai menjadi bagian dari multimedia sejak ditemukan teknologi reproduksi bau melalui telekomunikasi. Dengan perangkat input penditeksi bau, seorang operator dapat mengirimkan hasil digitizing bau tersebut melalui internet. Pada komputer penerima harus tersedia perangkat output berupa mesin reproduksi bau. Mesin reproduksi bau ini mencampurkan berbagai jenis bahan bau yang setelah dicampur menghasilkan output berupa bau yang mirip dengan data yang dikirim dari internet. Dengan menganalogikan dengan printer, alat ini menjadikan feromon-feromor bau sebagai pengganti tinta. Output bukan berupa cetakan melainkan aroma.&lt;br /&gt;sumber: wikipedia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399553851336457576-9098918755027566829?l=sigit-ab46.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/feeds/9098918755027566829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/jaringan-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/9098918755027566829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/9098918755027566829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/jaringan-komputer.html' title='jaringan komputer'/><author><name>Sigit_Ab46</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09844958193202977758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_2vvGGhH3UK4/StQInVBumDI/AAAAAAAAAAU/m3IEB2eERtg/S220/Copy+of+IMG0188A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399553851336457576.post-1912872553061393635</id><published>2009-10-09T10:56:00.001+07:00</published><updated>2009-10-28T15:29:12.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa Inggris Bisnis1'/><title type='text'>Simple Present, Simple Past or Present Continuous</title><content type='html'>Fill in the blanks with  either Simple Present, Simple Past or Present Continuous of the verb in brackets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan : Hi Adam! Where’s Stanley? I thought he is always&lt;br /&gt;with you.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam : Oh! He has no time for us these days. See him&lt;br /&gt;over there? He _________(stand)  in line at the&lt;br /&gt;Kallang theatre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan : What _________(he,do) there?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam : He wants to get tickets for the musical “Cats” of&lt;br /&gt;course. Stanley _____(like) musicals. Last year he&lt;br /&gt;_____ (fly)  to Chicago just to see “Chess”. In fact,&lt;br /&gt;I think he _________(intend)  to go to London to&lt;br /&gt;see “Beauty and the Beast” which is on in London. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan : ________(be,not)  that Gloria, standing next to him? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam : Yes, Gloria also ______(like) to watch musicals. No&lt;br /&gt;wonder they _____(be) husband and wife.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan : I _______(forget)  to bring my spectacles. What&lt;br /&gt;_______(Stanley, wear) then?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam : Very smartly dressed, I must say. Tuxedo and all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan : ___________(you,think)  Stanley has to pay much&lt;br /&gt;for the tickets?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam : Oh yes, I bet he ______(do). Tickets for musicals&lt;br /&gt;are pretty costly, you know. Previously I ______&lt;br /&gt;(have) to pay $100 for a show in Istana Budaya.&lt;br /&gt;My wife ______(make)  so much noise and I&lt;br /&gt;_______(promise)  her that I won’t spend that&lt;br /&gt;much for a single show in future.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan : I’m not sure but if you really like it then spending a&lt;br /&gt;few hundreds is worth then not watching at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam : I do agree with you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399553851336457576-1912872553061393635?l=sigit-ab46.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/feeds/1912872553061393635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/simple-present-simple-past-or-present.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/1912872553061393635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/1912872553061393635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/simple-present-simple-past-or-present.html' title='Simple Present, Simple Past or Present Continuous'/><author><name>Sigit_Ab46</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09844958193202977758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_2vvGGhH3UK4/StQInVBumDI/AAAAAAAAAAU/m3IEB2eERtg/S220/Copy+of+IMG0188A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399553851336457576.post-7188293446068650</id><published>2009-10-09T10:46:00.001+07:00</published><updated>2009-10-28T15:29:12.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa Inggris Bisnis1'/><title type='text'>other and another</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;        &lt;br /&gt;&lt;hr size="1" style="background-color: #d1d1e1; color: #d1d1e1;" /&gt;(Another = an additional one; one more.&lt;br /&gt;He has finished one glass of water; he's asking for another (one).&lt;br /&gt;She has ten pretty hats, but she'd like another (one) for summer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Other = different from the one(s) mentioned.&lt;br /&gt;One shoe is in the closet, the other (one) is under the bed.&lt;br /&gt;She has two brothers.  One is a doctor.  The other is an engineer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Others =  plural.&lt;br /&gt;She has three brothers.  One is in Europe.  The others live in Singapore.&lt;br /&gt;Some people prefer to take vacations in August, others prefer autumn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Every refers to individuals within a group.&lt;br /&gt;Example:  Every child in the kindergarten gets a free lunch.&lt;br /&gt;Use singular verbs with every.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you use time words, use every to show a repeated action.&lt;br /&gt;Example:  Every Friday we have a test.&lt;br /&gt;Trains run every fifteen minutes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All refers to a group. &lt;br /&gt;Example:  Papers were distributed to all students.&lt;br /&gt;All bus lines are on strike.&lt;br /&gt;All passengers must change here.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Use all to refer to a period or duration of time.&lt;br /&gt;He will be away all week.&lt;br /&gt;I've been working all day.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399553851336457576-7188293446068650?l=sigit-ab46.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/feeds/7188293446068650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/other-and-another.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/7188293446068650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/7188293446068650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/other-and-another.html' title='other and another'/><author><name>Sigit_Ab46</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09844958193202977758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_2vvGGhH3UK4/StQInVBumDI/AAAAAAAAAAU/m3IEB2eERtg/S220/Copy+of+IMG0188A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8399553851336457576.post-5357494401849369905</id><published>2009-10-07T13:01:00.003+07:00</published><updated>2009-10-30T15:55:44.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa Inggris Bisnis1'/><title type='text'>articles and determiners</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Definition&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;Articles, determiners, and quantifiers are those little words that precede and modify nouns: &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;the&lt;/i&gt; teacher, &lt;i&gt;a&lt;/i&gt; college, &lt;i&gt;a bit of&lt;/i&gt; honey, &lt;i&gt;that&lt;/i&gt; person, &lt;i&gt;those&lt;/i&gt; people, &lt;i&gt;whatever&lt;/i&gt; purpose, &lt;i&gt;either&lt;/i&gt; way, &lt;i&gt;your&lt;/i&gt; choice&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sometimes these words will tell the reader or listener whether we're referring to a specific or general thing (&lt;i&gt;the&lt;/i&gt; garage out back; &lt;i&gt;A&lt;/i&gt; horse! &lt;i&gt;A&lt;/i&gt; horse! My kingdom for &lt;i&gt;a&lt;/i&gt; horse!); sometimes they tell how much or how many (&lt;i&gt;lots of&lt;/i&gt; trees, &lt;i&gt;several&lt;/i&gt; books, &lt;i&gt;a great deal of&lt;/i&gt; confusion). The choice of the proper article or determiner to precede a noun or noun phrase is usually not a problem for writers who have grown up speaking English, nor is it a serious problem for non-native writers whose first language is a romance language such as Spanish. For other writers, though, this can be a considerable obstacle on the way to their mastery of English. In fact, some students from eastern European countries — where their native language has either no articles or an altogether different system of choosing articles and determiners — find that these "little words" can create problems long after every other aspect of English has been mastered.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Determiners are said to "mark" nouns. That is to say, you know a determiner will be followed by a noun. Some categories of determiners are limited (there are only three articles, a handful of possessive pronouns, etc.), but the possessive nouns are as limitless as nouns themselves. This limited nature of most determiner categories, however, explains why determiners are grouped apart from adjectives even though both serve a modifying function. We can imagine that the language will never tire of inventing new adjectives; the determiners (except for those possessive nouns), on the other hand, are well established, and this class of words is not going to grow in number. These categories of determiners are as follows: the articles (an, a, the — see &lt;a href="http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/determiners/determiners.htm#articles"&gt;below&lt;/a&gt;; possessive nouns (Joe's, the priest's, my mother's); possessive pronouns, (his, your, their, whose, etc.); numbers (one, two, etc.); indefinite pronouns (few, more, each, every, either, all, both, some, any, etc.); and demonstrative pronouns. The &lt;b&gt;demonstratives&lt;/b&gt; (this, that, these, those, such) are discussed in the section on &lt;a href="http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/pronouns1.htm#demonstrative"&gt;Demonstrative Pronouns&lt;/a&gt;. Notice that the possessive nouns differ from the other determiners in that they, themselves, are often accompanied by other determiners: "&lt;u&gt;my&lt;/u&gt; mother's rug," "&lt;u&gt;the&lt;/u&gt; priests's collar," "&lt;u&gt;a&lt;/u&gt; dog's life."&lt;br /&gt;&lt;div class="footnote"&gt;This categorization of determiners is based on  &lt;i&gt;Understanding English Grammar&lt;/i&gt; by Martha Kolln. 4rth Edition. MacMillan Publishing Company: New York. 1994. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8399553851336457576&amp;amp;postID=5357494401849369905" name="quantifiers"&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Some Notes on Quantifiers&lt;/h2&gt;Like articles, &lt;b&gt;quantifiers&lt;/b&gt; are words that precede and modify nouns. They tell us how many or how much. Selecting the correct quantifier depends on your understanding the distinction between &lt;a href="http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/noun_exercise.htm"&gt;&lt;b&gt;Count and Non-Count Nouns&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. For our purposes, we will choose the count noun &lt;u&gt;trees&lt;/u&gt; and the non-count noun &lt;u&gt;dancing&lt;/u&gt;:&lt;br /&gt;&lt;img alt="#" border="0" hieght="26" hspace="2" src="http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/gif/curlyq_gold.gif" width="24" /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial,Helvetica; font-size: 100%; font-style: italic;"&gt;The following quantifiers will work with &lt;u&gt;count nouns&lt;/u&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;many&lt;/b&gt; trees&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a few&lt;/b&gt; trees&lt;br /&gt;&lt;b&gt;few&lt;/b&gt; trees&lt;br /&gt;&lt;b&gt;several&lt;/b&gt; trees&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a couple of&lt;/b&gt; trees&lt;br /&gt;&lt;b&gt;none of the&lt;/b&gt; trees&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="#" border="0" hieght="26" hspace="2" src="http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/gif/curlyq_gold.gif" width="24" /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial,Helvetica; font-size: 100%; font-style: italic;"&gt;The following quantifiers will work with &lt;u&gt;non-count nouns&lt;/u&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;not much&lt;/b&gt; dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a little&lt;/b&gt; dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;little&lt;/b&gt; dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a bit of&lt;/b&gt; dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a good deal of&lt;/b&gt; dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a great deal of&lt;/b&gt; dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;no&lt;/b&gt; dancing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="#" border="0" hieght="26" hspace="2" src="http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/gif/curlyq_gold.gif" width="24" /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial,Helvetica; font-size: 100%; font-style: italic;"&gt;The following quantifiers will work with &lt;u&gt;both count and non-count nouns&lt;/u&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;all of the&lt;/b&gt; trees/dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;some&lt;/b&gt; trees/dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;most of the&lt;/b&gt; trees/dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;enough&lt;/b&gt; trees/dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a lot of&lt;/b&gt; trees/dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;lots of&lt;/b&gt; trees/dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;plenty of&lt;/b&gt; trees/dancing&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a lack of&lt;/b&gt; trees/dancing  &lt;br /&gt;&lt;div class="noindent"&gt;In formal academic writing, it is usually better to use &lt;i&gt;many&lt;/i&gt; and &lt;i&gt;much&lt;/i&gt; rather than phrases such as &lt;i&gt;a lot of, lots of&lt;/i&gt; and &lt;i&gt;plenty of&lt;/i&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8399553851336457576&amp;amp;postID=5357494401849369905" name="few"&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;There is an important difference between &lt;b&gt;"a little"&lt;/b&gt; and &lt;b&gt;"little"&lt;/b&gt; (used with non-count words) and between &lt;b&gt;"a few"&lt;/b&gt; and &lt;b&gt;"few"&lt;/b&gt; (used with count words). If I say that Tashonda has &lt;u&gt;a little experience&lt;/u&gt; in management that means that although Tashonda is no great expert she does have some experience and that experience might well be enough for our purposes. If I say that Tashonda has &lt;u&gt;little experience&lt;/u&gt; in management that means that she doesn't have enough experience. If I say that Charlie owns &lt;u&gt;a few books&lt;/u&gt; on Latin American literature that means that he has some some books — not a lot of books, but probably enough for our purposes. If I say that Charlie owns &lt;u&gt;few books&lt;/u&gt; on Latin American literature, that means he doesn't have enough for our purposes and we'd better go to the library.&lt;br /&gt;Unless it is combined with &lt;i&gt;of&lt;/i&gt;, the quantifier &lt;b&gt;"much"&lt;/b&gt; is reserved for questions and negative statements: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;Much of&lt;/u&gt; the snow has already melted. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;How much snow fell yesterday? &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Not much.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Note that the quantifier &lt;b&gt;"most of the"&lt;/b&gt; must include the definite article &lt;i&gt;the&lt;/i&gt; when it modifies a specific noun, whether it's a count or a non-count noun: "most of &lt;u&gt;the&lt;/u&gt; instructors at this college have a doctorate"; "most of &lt;u&gt;the&lt;/u&gt; water has evaporated." With a general plural noun, however (when you are &lt;i&gt;not&lt;/i&gt; referring to a specific entity), the "of the" is dropped:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;Most colleges&lt;/u&gt; have their own admissions policy. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;Most students&lt;/u&gt; apply to several colleges.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="footnote"&gt;Authority for this last paragraph:  &lt;i&gt;The Scott, Foresman Handbook for Writers&lt;/i&gt; by Maxine Hairston and John J. Ruszkiewicz. 4th ed. HarperCollins: New York. 1996. Examples our own.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;An indefinite article is sometimes used in conjunction with the quantifier &lt;b&gt;many&lt;/b&gt;, thus joining a plural quantifier with a singular noun (which then takes a singular verb):&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;Many a young man&lt;/u&gt; has fallen in love with her golden hair. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;u&gt;Many an apple&lt;/u&gt; has fallen by October.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8399553851336457576-5357494401849369905?l=sigit-ab46.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/feeds/5357494401849369905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/s-coba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/5357494401849369905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8399553851336457576/posts/default/5357494401849369905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sigit-ab46.blogspot.com/2009/10/s-coba.html' title='articles and determiners'/><author><name>Sigit_Ab46</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09844958193202977758</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://2.bp.blogspot.com/_2vvGGhH3UK4/StQInVBumDI/AAAAAAAAAAU/m3IEB2eERtg/S220/Copy+of+IMG0188A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
